
SUKABUMI - Seorang bayi asal Kampung Linggajaya, Desa Sirnassari, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, dilahirkan tanpa tempurung pada bagian kepalanya. Kondisi memprihatinkan ini, mengakibatkan bayi yang baru dilahirkan kurang dari satu pekan tersebut, tumbuh secara lemah dan nyaris tidak mengeluarkan suara tangisan setiap harinya.
Kelahiran anak pertama dari pasangan Adang Kurniawan dan Mintarsih ini, membuat geger masyarakat sekitar. Bahkan beberapa warga yang berasal dari luar Kecamatan Surade, berbondong-bondong mendatangi tempat kediaman Adang Kurniawan hanya untuk menyaksikan secara langsung kondisi fisik sang bayi.
Secara keseluruhan, fisik bayi yang diberi nama lengkap Muhamad Aji Firdaus ini terbilang relatif normal. Terutama bagian lengan, kaki dan tubuhnya. Begitu juga dengan bagian wajahnya yang terlihat lugu dan menggemaskan, seperti bayi merah lainnya. Hanya saja pada bagian kepalanya tidak tampak adanya bulatan batok atau tempurung. Di bagian vital tubuh manusia ini yang ada hanya kerutan kulit kepala yang tumbuh tidak beraturan dan lebih cendrung berupa benjolan kecil. Diduga benjolan ini merupakan organ otak sang bayi.
Sekilas, jika melihat dari bagian depan, wajah sang bayi tampak melebar dan menonjolkan kedua bola mata dan bibirnya. Kesan ini lebih disebabkan kondisi kepalanya mulai dari kening hingga bagian ubun-ubun terlihat pipih atau datar. Karena kondisi itu pula, kedua orang tuanya selalu menutupi bagian tempurung kepalanya dengan kain tebal.
Menurut Adang Kurniawan, ayahanda Firdaus, selama proses persalinan berlangsung di RS Jampang Kulon, ia maupun tim medis tidak melihat adanya keganjilan. Namun pada saat sang bayi dikeluarkan dari rahim Mintarsih, keganjilan mulai terkuak. Bahkan, Adang mengaku sempat merasakan tubuhnya terkulai lemas ketika menyaksikan kondisi anak pertamanya sangat memprihantikan karena lahir tanpa dilengkapi dengan tempurung pada kepalanya. (Toni Kamajaya/Sindo/fit)

Tidak ada komentar:
Posting Komentar