Kamis, 11 September 2008

Bayi Lahir Tanpa Tempurung Kepala


SUKABUMI - Seorang bayi asal Kampung Linggajaya, Desa Sirnassari, Kecamatan Surade, Kabupaten Sukabumi, dilahirkan tanpa tempurung pada bagian kepalanya. Kondisi memprihatinkan ini, mengakibatkan bayi yang baru dilahirkan kurang dari satu pekan tersebut, tumbuh secara lemah dan nyaris tidak mengeluarkan suara tangisan setiap harinya.

Kelahiran anak pertama dari pasangan Adang Kurniawan dan Mintarsih ini, membuat geger masyarakat sekitar. Bahkan beberapa warga yang berasal dari luar Kecamatan Surade, berbondong-bondong mendatangi tempat kediaman Adang Kurniawan hanya untuk menyaksikan secara langsung kondisi fisik sang bayi.

Secara keseluruhan, fisik bayi yang diberi nama lengkap Muhamad Aji Firdaus ini terbilang relatif normal. Terutama bagian lengan, kaki dan tubuhnya. Begitu juga dengan bagian wajahnya yang terlihat lugu dan menggemaskan, seperti bayi merah lainnya. Hanya saja pada bagian kepalanya tidak tampak adanya bulatan batok atau tempurung. Di bagian vital tubuh manusia ini yang ada hanya kerutan kulit kepala yang tumbuh tidak beraturan dan lebih cendrung berupa benjolan kecil. Diduga benjolan ini merupakan organ otak sang bayi.

Sekilas, jika melihat dari bagian depan, wajah sang bayi tampak melebar dan menonjolkan kedua bola mata dan bibirnya. Kesan ini lebih disebabkan kondisi kepalanya mulai dari kening hingga bagian ubun-ubun terlihat pipih atau datar. Karena kondisi itu pula, kedua orang tuanya selalu menutupi bagian tempurung kepalanya dengan kain tebal.

Menurut Adang Kurniawan, ayahanda Firdaus, selama proses persalinan berlangsung di RS Jampang Kulon, ia maupun tim medis tidak melihat adanya keganjilan. Namun pada saat sang bayi dikeluarkan dari rahim Mintarsih, keganjilan mulai terkuak. Bahkan, Adang mengaku sempat merasakan tubuhnya terkulai lemas ketika menyaksikan kondisi anak pertamanya sangat memprihantikan karena lahir tanpa dilengkapi dengan tempurung pada kepalanya. (Toni Kamajaya/Sindo/fit)

Sabtu, 06 September 2008

SELAMAT, ANDA TELAH GAGAL!

Suatu ketika, seorang mahasiswi pernah berkeluh kesah kepada saya mengenai berbagai kegagalan yang dialaminya saat menyelesaikan tugas kuliah yang saya berikan pada minggu sebelumnya. Dia merasa sangat sedih serta kecewa dengan kegagalannya itu dan merasa putus asa.

Saya menanggapi dengan tersenyum sambil menyodorkan tangan kanan untuk menjabat-tangannya sambil berkata, “Selamat, Anda sudah gagal !” Respon saya menanggapi keluhannya sungguh sangat di luar dugaan. Dia spontan terkejut dan hampir tak percaya.

“Lho, kok Bapak berkata seperti itu ...?” tanyanya dengan nada heran dan hampir menangis. Mungkin dia pikir saya mengejek kegagalannya.

Kemudian saya jelaskan kepada mahasiswi tersebut mengenai kegagalan. “Selama proses pencapaian impian, mungkin Anda harus mengalami berbagai kegagalan atau terhempas pada suatu kondisi yang sangat tidak menyenangkan. Yang perlu Anda kuasai untuk menghadapi kegagalan adalah bagaimana Anda mengelola kegagalan, yang kita sebut sebagai manajemen kegagalan atau failure management.” Kegagalan atau kesuksesan sebenarnya adalah kondisi yang sama, seperti koin mata uang yang sama, tetapi dilihat dari sisi yang berbeda. Sisi yang satu berisi angka dan sisi yang lain berisi gambar. Sebagai contoh, saat seorang pemuda ditolak cintanya oleh gadis pujaan hatinya. Pemuda itu boleh menganggap penolakan itu sebagai kegagalan cintanya. Kegagalan itu pasti membuat hatinya sangat sedih dan hancur.

selengkapnya

Jumat, 05 September 2008

Hidup adalah anugerah

Seperti yang telah kita ketahui bersama, betapa hidup yang kita miliki sekarang ini merupakan suatu anugerah yang patut kita sukuri. Mengapa tidak, betapa pun dan apapun yang kita miliki saat ini tak lepas dari anugerah yang maha kuasa. jadi sepatutnya lah kita sebagai mahkluk ciptaanNya untuk selalu bersukur kepadanya.
Semoga kita bukanlah salah satu dari umat yang tidak bisa berterimakasih.